Kunjungan Wakil Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Ke Somatua Training Center (STC)

Wakil Menteri PUPR Republik Indonesia John Wempi Wetipo mengunjungi Somatua Training Center (STC) pada hari Selasa, 15 Desember 2020 pukul 17.20 WIB bersama seorang ajudan dan salah satu pimpinan PT. Freeport Indonesia Bapak Hans Kum. Setibanya di STC, ia dan tim disambut oleh seluruh karyawan, mahasiswa dan pengurus STC.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI kemudian diarahkan ke workshop STC dimana para mahasiswa STC berpraktik dan kemudian mendapat penjelasan tentang kondisi tempat pelatihan, luas (gedung / lahan) dan juga pengembangan STC kedepannya. rencana. Tim STC juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi saat ini, terutama permintaan pelatihan simulator crane, operator, bahkan simulator mineGems yang digunakan di PTFI.

Wakil PUPR dan tim kemudian diarahkan lagi untuk melihat kelas-kelas dari STC. Pada kesempatan emas ini, tim Yayasan Somatua yang menjalankan program pendidikannya melalui Somatua Training Center memaparkan latar belakang Yayasan Somatua dan kegiatan sosial, ekonomi dan pendidikan apa saja yang telah dilakukan oleh Yayasan Somatua.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Bapak John Wempi Wetipo juga berdiskusi langsung dengan para guru, staf pendukung Yayasan dan juga pengurus Yayasan yang diwakili oleh Koordinator Umum, Septinus George Saa.

Langkah dan kunjungan efektif ini diakhiri dengan doa bersama, penyerahan dokumen profil dari Yayasan Somatua dan Somatua Training Center serta silaturahim dan berbagi foto usai doa penutup dari sdra. David yang merupakan salah satu guru di taman baca yang dikelola oleh Yayasan Somatua. Usai bertemu dengan komunitas Somatua Training Center dan pengelola Yayasan Somatua, Wamen PUPR RI dan 2 orang pendamping meninggalkan STC sekitar pukul 18.45 WIB.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia mengapresiasi kerja nyata Yayasan Somatua dan mendorong STC menyampaikan konsep dan gagasan untuk pengembangan STC kedepannya dimana Wakil Menteri PUPR RI sebagai perwakilan negara akan mendorong pemerintah Indonesia untuk mendukung kegiatan pengembangan SDM dan program di Papua, khususnya di wilayah Kabupaten. Mimika yang dimotori oleh Yayasan Somatua yang dipimpin oleh Maximus Tipagau.

Yayasan Somatua Buka Lokasi Wisata di Keakwa, Berdayakan Masyarakat Setempat

Rumah homestay yang dibangun masyarakat untuk pariwisata di Keakwa (foto: istimewa)

Timika, HP

Yayasan Somatua saat ini tengah memiliki misi untuk mengembangkan pariwisata di wilayah pesisir Kabupaten Mimika. Untuk itu, saat ini masyarakat setempat tengah membangun 18 unit rumah di kampung Keakwa Ditstrik Atuka Kabupaten Mimika.

Direktur Yayasan Somatua Maximus Tipagau melalui sambungan telpon mengungkapkan, dalam pembangunan masyarakat mengalami kendala dari sisi bahan bakar, yang mana semua bahan yang dipergunakan untuk pembangunan rumah harus diambil dari alam melewati sungai. Namun, dirinya menargetkan pembangunan rumah akan rampung dalam dua bulan kedepan.

“Kami sudah pergi ke Kawar, Amar, Keakwa, saat ini fokus kami adalah membangun 10 rumah home stay termasuk jualan souvenir tempat makan, dan jadi total 18 rumah yang kami bangun dan semua itu dibangun oleh orang asli Kamoro, dan untuk desain rumahnya itu rumah orang Kamoro,” kata Maximus, Senin (19/10/2020).

Kendati demikian, Maximus merasa terpanggil untuk membantu masyarakat dari sisi peristiwa yang didukung oleh pantai dan keindahan serta peninggalan sejarah perang dunia kedua, dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata.

“Tujuan wisata di Keakwa karena saya orang pariwisata, dan saya ingin membantu orang Kamoro dari sisi pariwisata, karena selama ini belum ada yang bantu,” jelasnya. (rik)

Sumber: https://harianpapuanews.id/baca/7179-yayasan-somatua-buka-lokasi-wisata-di-keakwa.html

Ribuan Orang Antusias Hadiri Festival Indonesia 2019 di Australia

Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo dan Menteri Multikultur Negara Bagian ACT (Australian Capital Territory) Chris Steel, selama pembukaan Festival Indonesia 2019 di Canberra, Australia, 16 November 2019.[Dok. KBRI Canberra]

TEMPO.CO, Jakarta – Kelezatan dan keunikan budaya nusantara menjadi primadona bagi warga ibu kota Australia ketika acara Festival Indonesia kembali digelar KBRI Canberra tahun ini.

KBRI Canberra kembali menggelar Festival Indonesia 2019 pada Sabtu, 16 November 2019. Acara ini disambut antusiasme yang sangat tinggi, dengan 6.000 pengunjung memadati Festival Indonesia tahun ini, bahkan di antaranya berasal dari Sydney yang berjarak sekitar 300 km dari Canberra.

Menurut rilis KBRI Canberra kepada Tempo, 19 November 2019, acara dibuka dengan pemukulan Gong oleh Kristiarto Legowo, Duta Besar RI untuk Australia, dengan disaksikan oleh Chris Steel, Menteri Multikultur Negara Bagian ACT (Australian Capital Territory) sebagai tamu kehormatan. Pada kesempatan tersebut Putri Sarenande Ari Dono mewakili Pimpinan Bhayangkari mempersembahkan Buku Nusantara sebagai kenang-kenangan karya Bhayangkari kepada Duta Besar RI dan tamu kehormatan Menteri Multikultur ACT.

Selain itu, hadir pula sejumlah dubes negara sahabat antara lain dari Brunei Darussalam, Vietnam, Timor Leste, Filipina, Rusia, Georgia, Jordania, Kuwait, Maroko, Laos, Swiss, Iran, Finlandia, Palestina, Iran, Zimbabwe, Pantai Gading, maupun diplomat asing, serta pejabat Depludag, Dephan, dan perwakilan Pemerintah Australia lainnya.

Pakaian dan kain tradisional nusantara yang ditampilkan selama Festival Indonesia 2019 di Canberra, Australia, 16 November 2019.[Dok. KBRI Canberra]

Para penampil dalam festival ini memang didatangkan khusus dari Indonesia dengan dukungan penuh dari Bhayangkari Pusat (Polda Sumut, Polda Papua, dan Polda Papua Barat), Pemprov Aceh, dan Pemkab Banggai.

“Dengan mendatangi Festival ini, publik di Australia dapat langsung merasakan, melihat dan memperoleh pengalaman langsung tentang kekayaan kuliner, seni-budaya dan pariwisata Indonesia”, ujar Dubes Kristiarto.

Festival Indonesia di Canberra menyuguhkan enam atraksi utama, yakni Panggung Budaya, Lapak Kuliner Indonesia, Kampung Bali, Workshop Gamelan Jawa, Pameran Seni dan berbagai Produk Indonesia, serta Kids Corner dan Photo Booth.

Di Panggung Budaya, beragam tarian, fashion show, dan pertunjukan dari Sabang sampai Merauke ditampilkan. Mulai Tari Saman dan Seudati dari Aceh, Tari Perdamaian serta fashion show batik dan baju adat dari Papua, Tari Sigulempong dan Tari Pulau Samosir dari Sumatera Utara, Tarian dan Lagu Senandung Tanah Babasal dan fashion show tradisional khas Banggai, peragaan silat Perisai Diri, dan lain sebagainya, berhasil memikat perhatian pengunjung yang hadir.

Penampilan grup gamelan Sekar Langit dan Borobudur Dance Group, yang merupakan binaan KBRI Canberra, juga telah berhasil mengundang decak kagum para hadirin di Kampung Bali, mengingat sebagian besar penabuh gamelan adalah warga Australia yang telah mahir bermain gamelan dengan berbagai lagu tradisional Indonesia.

Seniman pahat Papua didatangkan oleh Yayasan Somatua dibawah pimpinan Maximus Tipagau, untuk meriahkan Festival Indonesia di Canberra, Australia, 16 November 2019.[Dok. KBRI Canberra]

Para pengunjung juga dapat menyaksikan secara langsung para seniman Papua yang mengukir dan memahat patung. Seniman Papua ini didatangkan oleh Yayasan Somatua dibawah pimpinan Maximus Tipagau.

Beragam kuliner khas Indonesia yang ditawarkan dalam Festival ini memang telah menjadi daya tarik utama bagi publik Australia selama ini.

Mulai dari aneka jajanan manis seperti martabak dan kue pukis, sampai makanan berat seperti salero Minang rendang, sate padang, sate ayam, gulai kikil dan paru balado, adalah sedikit contoh dari sederet masakan terkenal Indonesia yang banyak diserbu pengunjung Festival Indonesia di Australia.

Sumber: https://dunia.tempo.co/read/1274242/ribuan-orang-antusias-hadiri-festival-indonesia-2019-di-australia/full&view=ok

Translate »
Open chat