Sosialisasi pengembangan Budidaya Kopi Di Intan Jaya

Sosialisasi pengembangan Budidaya Kopi Di Intan Jaya

Potensi pengembangan kopi Papua pun cukup besar, lahan areal kopi di ujung timur Indonesia ini pada tahun 2015 seluas 10.113 hektare (ha). Lahan tersebut menghasilkan produktivitas rata-rata 438 kilogram (kg) per ha. Sentral kopi Papua adalah di Kabupaten Jayawijaya yang memiliki luas lahan 3.091 ha. Sementara sisanya tersebar di sejumlah kabupaten yakni Kabupaten di pegunungan Bintang, Pegunungan Puncak Jaya, Yahukimo, Puncak, Paniai, Tolikara, Lanny Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, Nduga dan Mimika. Sudah banyak produk kopi dari berbagai daerah di Papua yang dikembangkan dan mendapat perhatian baik di Papua maupun Indonesia , misalnya: Kopi Moanemani dari Paniai, Baliem Blue Coffee dari Wamena, Amungme Gold Arabica Coffee dari Kab. Mimika, Pogapa Pone dari Intan Jaya, Kopi Carstenz dari Wamena dan lain-lain. Meski sudah ada pengembangan kopi di kabupaten Intan jaya (Pogapa Pone), mengingat besarnya potensi pengembangan kopi dan luasnya lahan, pengembangan perkebunan kopi di Provinsi Papua secara khusus Kabupaten Intan Jaya perlu melalui kajian yang menyeluruh dan seksama untuk menghasilkan suatu masterplan dan penyusunan business plan untuk pengembangan komoditas kopi.

Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa potensi komoditas kopi di Kabupaten Intan Jaya baru dikembangkan sebagian kecil. Tetapi hal ini memperlihatkan bahwa sudah ada pihak yang menunjukkan minat terhadap pengembangan kopi di wilayah ini. Melalui ekowisata berbasis ekonomi kreatif dan kearifan budaya lokal, terjadi transaksi yang bisa membawa manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakan, sekaligus memperkenalkan kehidupan alam dan budaya.

Saat  ini  Yayasan  Somatua  yang didirikan oleh Maximus sedang  berupaya  untuk mengangkat potensi ekonomi lokal masyarakat Kabupaten Intan jaya melalui budidaya “kopi Arabica khas Moni”. Tanaman kopi di kawasan pegunungan tengah Papua sudah dikembangkan oleh Missionaris sejak puluhan tahun lalu, dan saat ini Yayasan Somatua berusaha untuk  meningkatkan jumlah tanaman sekaligus melatih masyarakat untuk budidaya dan pengolahan pasca panen secara benar. Yayasan Somatua sedang mengupayakan spengadaan alat pengolah biji kopi dan pemasaran kopi ke dalam negeri dan mancanegara. Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pembentukan koperasi berbasis potensi lokal.

Pada tahun 2018 Maximus dan tim sudah pernah mengunjungi Pogapa yang terletak di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya yang mana Desa Pogapa ini memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan budidaya kopi dan potensi inilah yang dapat mengangkat ekonomi masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan Maximus dalam program pemberdayaan masyarakat Intan Jaya melalui pengembangan perkebunan kopi. Pembangunan perkebunan kopi rakyat pada tahap melanjutkan program yang telah dibuat pada tahun lalu.

Pada 12 Agustus 2019 di kesempatan kali ini Maximus dan tim dengan beranggotakan enam orang berangkat menuju ke desa Wandai dan Mbunggulo yang terletak di Kabupaten Intan Jaya, masih sama dengan Pogapa tempat ini berlokasi di atas pegunungan yang mana akses perjalanan masih sulit untuk dijangkau dan terbatas tanpa adanya kendaraan transportasi umum.

Adapun tujuan untuk melatih masyarakat dari Gabungan Kelompok Tani Masyarakat Kabupaten Intan Jaya dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan sikap kewirausahaan dalam bidang agribisnis terutama kopi. Selanjutnya menyiapkan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya melalui pemberdayaan petani kopi di kabupaten Intan Jaya. Serta menjadikan produk kopi dan olahannya memiliki daya saing yang kuat, baik di dalam maupun di luar negeri. Keberadaan perkebunan kopi akan membuka lapangan pekerjaan baik di dalam perkebunan maupun di tempat-tempat pengolahan kopi. Mendorong pengembangan komoditas kopi sebagai komoditas penghasil devisa negara. Meningkatkan ketrampilan masyarakat petani melalui pelatihan pengolahan (pengeringan dan penggorengan) biji kopi kering. Kegiatan ini akan berlangsung sampai Dua Minggu ke depan.

Dari kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Somatua dalam program bidang ekonomi. Maximus berharap kepada masyarakat pedalaman khususnya di dataran tinggi Intan Jaya dapat lebih bergerak maju dalam ekonomi kreatif melalui budidaya kopi di tanah mereka sendiri.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

Translate »
Open chat